- Investment Management
- Investment Banking
- Brokerage
BTEL Dan Indonesia Comnets Jalin Kerjasama Interkoneksi Kawasan Timur Indonesia
PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) dan PT Indonesia Comnets Plus (ICON+) menjalin kerja sama interkoneksi untuk kawasan timur Indonesia. Disampaikan oleh Direktur Coporate Services BTEL yakni Rakhmat Junaidi bahwa, Dengan kesepakatan ini Bakrie Telecom menjadi operator telekomunikasi pertama yang membuka jaringan interkoneksinya dengan ICON+ . Penandatanganan kerja sama interkoneksi ini merupakan langkah awal bagi kedua pihak untuk mempersiapkan diri saling membuka trafik interkoneksi. Selain itu berjalannya interkoneksi ini juga memiliki arti penting bagi penyediaan akses telekomunikasi pedesaan di kawasan timur Indonesia mengingat ICON+ menjadi pelaksana tender program USO (Universal Service Obligation) untuk desa berdering dan desa pinter di kawasan tersebut. Pada kesepakatan yang ditandatangani oleh Rakhmat Junaidi dengan Direktur Utama PT ICON+ Muljo Adji AG ini disebutkan bahwa pembukaan interkoneksi meliputi Provinsi Gorontalo, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, Maluku, Papua dan Irian Barat.
PTPP Dan JSMR Investasikan Rp 4 Triliun Untuk Akuisis Dua Ruas Tol
PT Pembangunan Perumahan Tbk (PTPP) bersama dengan PT Jasa Marga Tbk (JSMR) saat ini tengah melakukan uji tuntas (due diligence)untuk mengakuisisi 2(dua) ruas jalan Tol yakni ruas Aloha-Tanjung Perak-Wonokromo serta Serpong-Cinere. Investasi yang telah disiapkan mencapai Rp 4 triliun dan Pembangunan konstruksi dua ruas tol diharapkan bisa dimulai pada awal tahun 2011. Akuisisi dua ruas tol tersebut dilakukan dari pemilik lamanya, yaitu Theis yang merupakan pemilik ruas Serpong-Cinere dan Waskita Karya pemiliki ruas Aloha-Tanjung Perak-WonokromoI. Dimana untuk setiap ruas tol tersebut, diperkirakan akan menghabiskan investasi sebesar Rp2 triliun. JSMR sebagai mitra perseroan dan pemilik mayoritas atas kedua ruas tol ini kelak, juga menegaskan, bahwa proses akuisisi sedang berjalan.Rencana akuisisi ini memang masih dalam tahap awal.
2009, WIKA Bukukan Laba Bersih Sebesar Rp 186 Miliar
PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) berhasil membukukan laba bersih sepanjang tahun 2009 sebesar Rp 186 miliar. Nilai tersebut meningkat sebsar 15,59 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya yakni sebesar Rp 157 miliar. Sedangkan pendapatan perusahaan konstruksi peat merah itu juga mengalami pertumbuhan senilai Rp 6,5 triliun dari sebelumnya Rp 5 triliun. Disampaikan oleh Direktur Utama Wijaya Karya Bintang Perbowo bahwa, Perseroan menargetkan laba bersih bakal tumbuh sebesar 30 persen dengan pendapatan naik 15 persen. Dengan pertumbuhan sebanyak 15 persen, maka pendapatan perseroan tahun ini bisa sekitar Rp 7,4 triliun. peningkatan laba bersih dan pendapatan itu didukung dengan adanya peningkatan perolehan kontrak perseroan yang diperkirakan bisa tumbuh 10 persen jika dibandingkan dengan perolehan kontrak tahun 2009 lalu.
ADHI Targetkan Pengerjaan Proyek di 5 Ruas Jalan Tol Senilai Rp 2,75 Triliun
Disampaikan oleh Sekretaris Perusahaan Adhi Karya yakni ADHI Kurnadi bahwa, PT Adhi Karya Tbk (ADHI) memperkirakan pengerjaan proyek di 5(lima) rusa jalan tol senilai Rp2.75 triliun di tuhan 2010. Proyek ini akan memberikan konstribusi pendapatan dengan porsi paling besar tahun ini. Hasil dari proyek tersebut akan menyumbang pendapatan yang cukup signifikan bagi perseroan tahun ini. Namun sayangnya, ia enggan menyebutkan ruas tol mana saja yang sedang diincar oleh perseroan tersebut. Dalam mengerjakan proyek jalan tol tersebut, emiten berkode ADHI itu akan menggunakan teknologi Adhi Concrete Pavement System (ACPS). Perlu diketahui bahwa PT Adhi Karya Tbk (ADHI) diperkirakan mengantongi laba bersih tahun buku 2009, sekitar Rp 150 miliar atau tumbuh 25 persen dari target yang dibuat perusahaan senilai Rp 120 miliar.
Bapepam-LK Berencana Wajibkan Kepemilikan Akses Bagi Investor
Badan PengawasPAsar Modal Dan Lembaga Keuagan (Bapepam-LK) berencana untuk mewajibkan bagi para investor untuk memiliki kartu Acuan Kepemilikan Sekuritas (Akses) pada 2011. Disampaikaj oleh Kepala Biro Transaksi Dan Lembaga Efek Bapepam-LK yakni Nurhaida bahwa, saat ini Bapepam-LK belum mewajibkan kepemilikan Karu Akses. Namun menjelang pemberlakuan Single Identity (SID), kemungkinan kepemilikan Akses akan mulai diwajibkan bagi para investor. Saat ini, pihaknya masih memperbaiki infrastruktur dan sistem di pasar modal untuk menciptakan keamanan dan kenyamanan di pasar modal. Perlu diketahui bahwa saat ini Bapepam-LK tengah meminta kepada Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) untuk melakukan sosialisasi mengenai program Akses kepada media massa maupun secara langsung kepada para investor. Pihaknya juga masih melakukan kajian, apakah kewajiban tersebut nantinya akan dibuatkan aturan baru atau disisipkan ke dalam aturan yang berhubungan dengan kewajiban administrasi investor dalam membuka rekening di perusahaan efek. Saat ini dari lebihdari 300 ribu jumlah investor yang ada, baru terdapat sekira 11 ribu jumlah pengguna Akses.